Record Details

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SANKSI HUKUM TINDAK PIDANA PENCURIAN DAYA LISTRIK DALAM HUKUM POSITIF INDONESIA

1. UII Repository And Archive

View Archive Info
 
 
Field Value
 
Title TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SANKSI HUKUM TINDAK PIDANA PENCURIAN DAYA LISTRIK DALAM HUKUM POSITIF INDONESIA
 
Creator SARI DANIARTI( 03 421 004)
 
Subject Pencurian daya Listrik
 
Description Salah satu fenomena kehidupan masyarakat yang sering terjadi dalam masyarakat adalah tindak pidana pencurian daya listrik, baik yang dilakukan oleh orang perorangan maupun badan hukum. Adapun motif dan tujuan dari pencurian daya listrik pada umumnya untuk memperbesar daya, mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya dengan cara merubah, merusak maupun tindakan lain yang bertentangan dengan ketentuan yang termuat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2002 tentang Ketenaga Listrikan. Perbuatan mencuri terjadi dikarenakan oleh adanya kebutuhan yang mendesak, artinya tindakan pencurian dilakukan karena adanya faktor-faktor lain di luar desakan seperti faktor ekonomi, faktor psikologi, sosial di samping memang karena serakah.
Al-Qur’an merupakan kalam Allah yang berfungsi sebagai petunjuk dan media komunikasi serta sumber hukum yang tidak ada pertentangan dalam menerimanya sebagai hujjah. aturan yang ada dalam Al-Qur’an itu tidak boleh karena investigasi akal manusia, karena ia adalah kebenaran mutlak yang hanya diatur oleh wahyu namun pandangan ini hanya bersifat utopis karena kenyataan bahwa ayat Al Qur’an yang mengandung elemen hukum itu sedikit sekali diantaranya tindakan pencurian (Q.S. 5: 38), dan (Q.S 15: 18). Untuk merealisasikan kebutuhan umat diperlukan penafsiran yang bersifat tafsili, dengan bantuan al-Sunnah untuk mengistimbatkan sebagian hukum-hukum dari Al-Qur’an di samping metode istimbat hukum yang disepakati ulama. Dengan demikian, sifat Al-Qur’an dalam menjelaskan hukum secara ijmali (universal) ini adalah merupakan suatu rahmat dari Allah agar manusia terhindar dari kesulitan dan untuk menghindari tindakan pencurian yang terjadi di masyarakat, maka syariat Islam telah menegaskan bentuk serta ukuran sanksinya di dalam Al-Quran.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), maka teknik yang digunakan adalah pengumpulan data secara literatur, yaitu penggalian bahan-bahan pustaka yang koheren dengan pembahasan sanksi pidana bagi pelaku pencurian daya listrik, dimana akan meninjau hukum Islam terhadap sanksi hukum tindak pidana pencurian daya listrik dalam hukum positif Indonesia. Data yang terhimpun dianalisis dengan menggunakan teknik analisis induktif, deduktif dan komparatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanksi hukum Islam menerapkan hukum potong tangan dan akan diterapkan ta’zir apabila pencurian yang dilakukan itu tidak memenuhi unsur-unsurnya apalagi mengandung unsur syubhat, sedangkan hukum positif berupa penjara atau denda. Keunggulan hukum positif pelaku pencurian dibina dan dididik agar mendapatkan aturan-aturan norma-norma dan perilaku yang positif agar tidak mengulangi perbuatannya baik individu maupun masyarakat yang melakukan suatu pencurian. Sedangkan hukum Islam mengurangi tindak pidana pencurian dan kejahatan lainnya.
 
Publisher Prodi Hukum Islam FIAI- UII
 
Contributor DRS. H. Sidik Tono, M.Hum
 
Date 2010-08-25
 
Type pdf
 
Format pdf
 
Identifier http://rac.uii.ac.id/server/document/Public/20110311091445ABSTRAK.pdf
 
Source Fak. Ilmu Agama Islam
 
Language Indonesia