Record Details

PEMIDANAAN TERHADAP ANAK DALAM UNDANG-UNDANG NO.03 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM

1. UII Repository And Archive

View Archive Info
 
 
Field Value
 
Title PEMIDANAAN TERHADAP ANAK DALAM UNDANG-UNDANG NO.03 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM
 
Creator ASWIN ( 07421011)
 
Subject Peradilan
 
Description ABSTRAK
Anak merupakan aset masa depan bagi orang tuanya dan mempunyai
peluang besar untuk dijadikan barometer bagi kemajuan dan kemunduran
suatu bangsa. ketika anak-anak diproduk dengan pendidikan dan bimbingan
yang baik, maka secara otomatis negara akan mengalami kemajuan, akan
tetapi jika anak tersebut diproduk dengan kebijakan yang salah maka anak
akan menjadi brutal dan bertambah nakal sehingga menimbulkan
kriminalitas dan itu akan membahayakan perkembangan anak. Itulah alasan
yang mendasar mengapa penyusun menulis “ Pemidanaan Terhadap Anak
dalam Undang-Undang No 3 Tahun 1997 Tentang Pengadilan Anak dalam
Tinjauan Hukum Islam” Menurut penyusun harus ada sebuah kebijakan
yang benar-benar tepat dalam mengatasi permasalahan di atas. Sehingga
dengan adanya sebuah kebijakan yang tepat dan benar dapat mengurangi
kenakalan anak dan tingkat kriminalitas yang dilakukan oleh anak. sehingga
anak yang merupakan aset masa depan dan harapan orang tuanya dan
negaranya bisa benar-benar terwujud.
Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pemidanaan terhadap anak
dalam Undang-Undang No 3 Tahun 1997 Tentang Pengadilan Anak dalam
Tinjauan Hukum Islam.
Penelitian kualitatif, yang menggunakan kepustakaan sebagai bahan
penelitiannya (library research). Pada penulisan ini penyusun menulis
“Pemidanaan Terhadap Anak dalam Undang-Undang No. 3 Tahun 1997
Tentang Pengadilan Anak dalam Persfektip Hukum Islam”. melalui
penelusuran literatur. Atau dengan kata lain, bahan-bahan dan data-datanya
diperoleh dari perpustakaan, dan berbagai uraian lain yang relevan dengan
permasalahan topik penulisan. Adapun pendekatan yang digunakan dalam
penulisan ini adalah pendekatan Deskriftif Evaluatif yaitu mengadakan suatu
penelitian yang mana dalam penelitian ini memaparkan posisi obyek dalam
hal anak ditinjau dari hukum Islam, sebagai bahan untuk melihat UU No .3
Tahun 1997 Tentang Pengadilan Anak.
Hasil penulisan ini menujukan bahwa: aspek seorang anak dianggap
cakap bertindak hukum dibagi menjadi 3 (tiga) bagi: pertama apabila tidak
cacat mental dan psikologis. Kedua apabila telah baliqh yaitu seorang
wanita ditandai dengan keluarnya haid pertama dan keluarnya mani pertama
bagi laki-laki melalui mimpi, ketiga apabila seorang anak telah mencapai
umur 15 (lima belas) sampai 18 (delapan belas) tahun. keempat Seorang
anak dianggap cakap bertindak hukum apabila sudah pernah menikah.
Sedangkan penerapan sanksi bagi anak, anak yang berumur 8 (delapan)
sampai 12 (dua belas) adalah: pertama dikembalikan kepada orang tua, wali
dan orang tua asuhnya. Kedua diserahkan kepada Negara untuk mengikuti
pendidikan dan pelatihan. Ketiga diserahkan kepada Departemen Sosial,
atau Organisasi Sosial Kemasyarakatan yang bergerak dibidang pendidikan.
Sedangkan seorang anak yang sudah berusia 15 (lima belas) sampai 18
(delapan belas) tahun dikenai sanksi hukuman ta’zir.
 
Publisher Prodi Hukum Islam FIAI- UII
 
Contributor Dr.Drs. H. Dadan Muttaqien,SH. M.hum
 
Date 2011-01-31
 
Type pdf
 
Format pdf
 
Identifier http://rac.uii.ac.id/server/document/Public/20110218094504Bagian Awal.pdf
 
Source Fak. Ilmu Agama Islam
 
Language Indonesia