Record Details

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN PADA PERKERASAN DI JALAN KALIURANG DARI KM 10 HINGGA KM 12.5 KABUPATEN SLEMAN

1. UII Repository And Archive

View Archive Info
 
 
Field Value
 
Title FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN PADA PERKERASAN DI JALAN KALIURANG DARI KM 10 HINGGA KM 12.5 KABUPATEN SLEMAN
 
Creator Muhammad Rachmat Abrar / 03 511 217
 
Subject KERUSAKAN JALAN
 
Description ABSTRAK
Kerusakan perkerasan jalan pada umumnya disebabkan oleh sistem drainase yang kurang baik, volume beban lalu lintas, air, iklim, kondisi tanah dasar yang tidak stabil, material konstruksi perkerasan jalan, sistem pengolahan bahan yang
kurang baik, dan kurang baiknya proses pemadatan. Penelitian ini dilakukan untuk untuk mempelajari faktor-faktor penyebab terjadinya kerusakan yang terjadi di jalan Kaliurang dari Km 10 hingga Km 12,5.
Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara: pengujian material lapis wearing course di laboratorium yang diambil dari lapangan dengan core
drill sebanyak empat titik kerusakan pada masing-masing dua titik lajur kiri dan dua titik pada lajur kanan kanan. Pengumpulan data sekunder yang berupa job mix formula (JMF) yang didapatkan dari Bina Marga propinsi Yogyakarta serta teori-teori lain yang berasal dari buku-buku dan internet yang menyangkut tentang kerusakan jalan. Pengujian material yang dilakukan di laboratorium jalan raya adalah: uji kadar aspal, uji kepadatan beton aspal, analisis saringan,
uji penetrasi aspal, dan titik lembek. Data hasil pengujian kemudian dianalisis dengan cara membandingkan terhadap standar yaitu job mix formula dan pedoman Bina Marga dan merujuk teori untuk melihat faktor-faktor penyebab
kerusakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kerusakan untuk masingmasing kerusakan antara lain:
-.Retak memanjang (longitudinal crack) disebabkan karena kadar aspal mengalami kenaikan sehingga melebihi dari kadar aspal optimum menurut JMF, agregat mengalami degradasi serta aspal sudah sangat getas dan tidak memenuhi
persyaratan lagi.
-.Retak susut (shrinkage crack) disebabkan karena kadar aspal mengalami penurunan dar kadar aspal optimum menurut JMF, agregat mengalami degradasi dan aspal sudah sangat getas.
-.Retak pinggir (edge crack) disebabkan karena kadar aspal mengalami kenaikan dari kadar aspal optimum menurut JMF, agregat mengalami degradasi serta aspal sudah sangat getas dan tidak memenuhi persyaratan lagi
-.Retak kulit buaya (alligator crack) disebabkan karena kadar aspal mengalami kenaikan sehingga melebihi kadar aspal optimum menurut JMF, agregat sudah mengalami degradasi dan aspal sudah sangat getas.
Kata kunci: Kadar aspal, jenis kerusakan, dan JMF
 
Publisher FTSP/Teknik Sipil
 
Contributor Dr. Ir. Sukarno, SU
 
Date 2010-12-17
 
Type Text
 
Source Fak. Teknik Sipil amp
Perencanaan
 
Language Indonesia