Record Details

ANALISIS KAPASITAS DUKUNG PONDASI PLAT KAKI PADA GEDUNG KULIAH UMUM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA

1. UII Repository And Archive

View Archive Info
 
 
Field Value
 
Title ANALISIS KAPASITAS DUKUNG PONDASI PLAT KAKI PADA GEDUNG KULIAH UMUM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA
 
Creator FUTRA WAHYUDI / 03 511 059
 
Subject Struktur Pondasi
 
Description ABSTRAK
Pondasi dangkal didefinisikan sebagai pondasi yang mendukung bebannya secara langsung, seperti pondasi telapak (footplate), pondasi memanjang dan pondasi rakit. Gedung Kuliah Umum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta yang terdiri dari 3 lantai dengan luas total plusmn
342.375 m2 yang menggunakan pondasi telapak (footplate) diletakan ditanah keras yang tidak terlalu dalam yang sesuai data geoteknik terletak diatas tanah dengan kedalaman -3.50 m untuk memperbaiki susunan tanah pada kedalaman 5.50 m ditambahkan pondasi sumuran. Program Structure Analysis Program (SAP) 2000 yang digunakan untuk menghitung struktur bagian atas dari Gedung Kuliah Umum Universitas Islam Yogyakarta yang sesuai dengan data teknis dan mengacu pada peraturan Tata Cara Peraturan Pembebebanan untuk Rumah dan Gedung tahun 1987.
Kemampuan daya dukung pondasi telapak (footplate) mendukung beban diterima dari kolom yang sesuai dengan data teknis, maka sebagai perbandingan dilakukan penyelesaian perhitungan secara teoritis yang menggunakan metode Terzaghi, Meyerhof, Brinch Hansen dan pada penurunan menggunakan metode Terzaghi dan Janbu. Dari beberapa metode tersebut dianalisis kapasitas dukung dukung dan penurunannya.
Besarnya kapasitas dukung pondasi telapak (footplate) Gedung Kuliah Umum Universitas Islam Indonesia dengan diameter (2.4 m x 2.6 m) yang diletakan diatas pondasi sumuran dengan dimensi (4.5 m x 4.9 m) untuk metode Terzaghi sebesar 2509.41 kN, Meyerhof sebesar 12042.73 kN, Brinch Hansen sebesar 12122.86 kN, dari ke tiga metode tersebut kapasitas dukung lebih besar dari beban kerja yang harus ditransfer ke lapisan tanah sebesar 3439.15 kN sehingga pondasi aman. Pada penurunan didapat nilai penurunan segera sebesar 2.9 mm dan penurunan segera terkoreksi sebesar 2.7 mm dengan menggunakan metode Terzaghi, sedangkan metode Janbu didapat penurunan sebesar 0.5 mm dan penurunan segera terkoreksi sebesar 0.46 mm. Dari kedua metode penurunan tersebut didapat hasil yang lebih kecil dari batas maksimum penurunan yaitu 40 mm, sehingga pondasi aman.
Kata kunci : Pondasi, diameter, Structure Analysis Program (SAP) 2000, kapasitas dukung dan penurunan.
 
Publisher FTSP/Teknik Sipil
 
Contributor Dr. Ir. Edy Purwanto, CES, DEA
 
Date 2010-12-17
 
Type Text
 
Source Fak. Teknik Sipil amp
Perencanaan
 
Language Indonesia