Record Details

ANALISIS KINERJA RUAS JALAN DI YOGYAKARTA

1. UII Repository And Archive

View Archive Info
 
 
Field Value
 
Title ANALISIS KINERJA RUAS JALAN DI YOGYAKARTA
 
Creator RIZKY ARDHIARINI / 03 511 060
 
Subject KINERJA RUAS JALAN
 
Description ABSTRAKSI
Sebagai kota dengan predikat kota pelajar dan kota budaya, Yogyakarta merupakan salah satu daerah dengan tingkat gangguan lalu lintas yang cukup besar. Yogyakarta juga merupakan kota dengan tingkat perkembangan penduduk tinggi. Hal ini diprediksi akan mempengaruhi permasalahan transportasi. Keadaan ini dialami oleh Jalan K.H.A Dahlan sebagai salah satu jalan di pusat perkotaan yang cukup sering terjadi masalah pada ruas jalannya. Analisis dan evaluasi perlu dilakukan agar tercipta efisiensi dan kenyamanan dalam berlalu lintas. Analisis yang dilakukan mengacu pada manual yang sesuai dengan kondisi arus lalu lintas di Indonesia. Dalam hal ini dilakukan analisis menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 untuk memperhitungkan kinerja lalu lintas yang meliputi analisis operasional dan perencanaan untuk ruas jalan perkotaan. Selanjutnya untuk menentukan kriteria tingkat pelayanan (LOS) mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan No: KM 14 Tahun 2006. Data lalu lintas diperoleh dari pencacahan jumlah kendaraan di lapangan yang dilakukan selama 3 hari (1, 2, 3 September 2007) pada jam-jam sibuk dan disajikan dalam bentuk tabel data kendaraan, dan kemudian dianalisis kinerja lalu lintasnya. Untuk ruas jalan perkotaan, digunakan formulir UR-1, UR-2, dan UR-3 (MKJI 1997).
Berdasarkan hasil analisis kinerja pada ruas Jalan K.H.A Dahlan dengan metode MKJI 1997, pada tahun 2007 derajat kejenuhan (DS) masih memenuhi kriteria kelayakan yaitu 0,70, dengan kecepatan tempuh kendaraan ringan 30 km/jam, dan waktu tempuh 72 detik. Ruas jalan tersebut masuk kategori tingkat pelayanan kelas C. Sedangkan mulai tahun 2008-2017 sudah tidak memenuhi kriteria kelayakan karena derajat kejenuhan (DS) telah lebih dari 0,75. Kecepatan kendaraan ringan sebagai parameter kinerja juga mengalami penurunan setiap tahunnya, sehingga waktu tempuh menjadi lebih lama. Hal ini menunjukkan bahwa ruas Jalan K.H.A Dahlan memerlukan antisipasi untuk peningkatan kinerja jalan tersebut. Berdasarkan alternatif pemecahan masalah yang dilakukan, didapatkan bahwa skenario pengurangan hambatan samping lebih memungkinkan untuk digunakan dalam upaya mempertahankan kelayakan kinerja ruas Jalan K.H.A Dahlan, hal ini ditunjukkan dengan penurunan nilai derajat kejenuhan menjadi 0,67, kecepatan tempuh kendaraan ringan menjadi 35,1 km/jam, dan waktu tempuh menjadi 62 detik pada tahun 2008.
Kata kunci : Ruas Jalan, Derajat Kejenuhan, Kecepatan Tempuh, Waktu Tempuh, Tingkat Pelayanan Jalan
 
Publisher FTSP
 
Contributor Ir Bachnas, M.Sc
 
Date 2010-04-13
 
Type Text
 
Source Fak. Teknik Sipil amp
Perencanaan
 
Language Indonesia