Record Details

EVALUASI KINERJA BUNDARAN (STUDI KASUS BUNDARAN UGM YOGYAKARTA)

1. UII Repository And Archive

View Archive Info
 
 
Field Value
 
Title EVALUASI KINERJA BUNDARAN (STUDI KASUS BUNDARAN UGM YOGYAKARTA)
 
Creator Gadis Kembang Kenanga/ 02.511.247
 
Subject KINERJA BUNDARAN
 
Description ABSTRAKSI
Bundaran UGM merupakan salah satu persimpangan sebidang yang penting, karena letaknya yang sangat strategis yaitu berada di tengah pusat fasilitas umum
Kota Yogyakarta dan merupakan area kampus Universitas Gadjah Mada. Bundaran UGM melayani arus lalu lintas yang secara terus menerus mengalami peningkatan
dengan seiringnya pertambahan kendaraan bermotor. Terdiri atas 4 jalinan, yaitu Jl. Terban (sebelah barat, kode A), Jl. Boulevard UGM (sebelah utara, kode B), Jl.
Colombo (sebelah timur, kode C) dan Jl. Cik Di Tiro (sebelah selatan, kode D). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja Bundaran UGM, meliputi Derajat Kejenuhan (DS), Tundaan (DT) dan Peluang Antrian (QP%) baik pada kondisi saat ini dan kondisi yang akan datang dengan melakukan prediksi kinerja. Metode untuk menganalisis kinerja bundaran adalah dengan menggunakan
Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.
Kinerja bundaran pada saat ini, diperoleh nilai Derajat Kejenuhan bagian jalinan A-B = 0,555, B-C = 0,501, C-D = 0,557, D-A = 0,930. Tundaan lalu lintas bundaran rata-rata = 7,640 det/smp, Tundaan bundaran = 11,640 det/smp. Peluang
Antrian bundaran maksimal 64% dan minimal 30%. Dari hasil kondisi saat ini tersebut dilakukan prediksi untuk mengetahui kelayakan bundaran diperoleh hasil bahwa bundaran UGM hanya mampu melayani arus lalu lintas dalam waktu 15 tahun
yaitu tahun 2008 - 2023. Alternatif 4 merupakan perbaikan kinerja bundaran dengan menerapkan manajemen lalu lintas yaitu penutupan arus lalu lintas pada jalinan Jl. Terban dan
larangan masuk bagi kendaraan sepeda motor. Diperoleh nilai Derajat Kejenuhan pada jalinan B-C = 0,287 (turun 9%), C-D = 0,365 (turun 34%) dan D-A = 0,442
(turun 52%). Tundaan lalu lintas bundaran rata-rata = 2,400 det/smp, Tundaan bundaran = 6,400 det/smp. Peluang Antrian bundaran minimal 5% dan maksimal 10%. Dengan penerapan Alternatif 4 ini kinerja bundaran dapat melayani arus lalu lintas 10 tahun lebih lama yaitu tahun 2008-2033.
Kata Kunci : Kinerja bundaran, Derajat Kejenuhan (DS), Tundaan (DT) dan Peluang Antrian (QP%)
]
 
Publisher FTSP
 
Contributor Bachnas, Ir, H, MSc
 
Date 2010-03-29
 
Type Text
 
Source Fak. Teknik Sipil amp
Perencanaan
 
Language Indonesia