Record Details

PENENTUAN INTERFAL PREVENTIVE MAINTENANCE YANG OPTIMAL UNTUK MEMINIMASI QUALITY LOSS FUNCTION (Study kasus di PT.Pertamina (Persero) UP IV Cilicap)

1. UII Repository And Archive

View Archive Info
 
 
Field Value
 
Title PENENTUAN INTERFAL PREVENTIVE MAINTENANCE YANG OPTIMAL UNTUK MEMINIMASI QUALITY LOSS FUNCTION (Study kasus di PT.Pertamina (Persero) UP IV Cilicap)
 
Creator Isrina Miranti-05 522 027
 
Subject Interval presentive maintenance,loss function,reliability
 
Description PT.Pertamina UP IV merupakan salah satu perusahaan minyak yang mengolah minyak mentah menjadi BBM (Bahan Bakar Minyak) dan Non BBM di Indonesia. Dalam Produksinya PT.Pertamina UP IV cilacap bekerja secara terus menerus sehingga tidak ada istilah berhenti dalam produksi. Salah satu peralatan yang sangat vital bagi kelancaran proses produksi adalah mesin, yang terdiri dari listrik, instrument, stationeri dan rotating. Permasalahan yang terjadi pada PT. Pertamina UP IV yaitu masih terjadinya kerusakan secara tiba-tiba pada mesin produksi yang digunakan. Kerusakan yang terjadi itu dapat menghambat kelancaran proses produksi, sehingga target produksi perusahaan terkadang tidak terpenuhi. PT. Pertamina UP IV telah melakukan tindakan yang terkait dengan aktivitas perawatan pencegahan, namun masih terdapat kerusakan secara tiba-tiba pada mesin, walaupun frekuensi kerusakan tersebut tidaklah terlalu banyak. Karena itu dibuatlah suatu usulan penentuan interval preventive maintenance yang optimal untuk meminimalisasi loss function yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Tahap awal yang dilakukan adalah menentukan unit kritis di lini produksi FOC II berdasarkan wawancara kepada pekerja. Didapat bahwa yang merupakan unit kritis di FOC II adalah unit 057 yang menghasilkan HFO (Heavy Fuel Oil). Setelah itu menentukan equipment yang akan diteliti yaitu pompa sundyne 057P101A, 057P101B, dan 057P101C. Dan langkah selanjutnya adalah data historis dokumentasi bagian preventive maintenance, reliability selama 5 tahun untuk data waktu kerusakan mesin, data waktu perbaikan mesin, biaya pergantian mesin, dan jumlah orang pelaksanaan perbaikan serta mewawancarai kapasitas mesin, profit produk dan gaji karyawan. Setelah didapat data secara lengkap, tahap selanjutnya adalah penentuan interval presentive maintenance optimal dan biayanya. Kemudian dihitung reliability pada interval preventive maintenance optimal. hasil yang didapat pada mesin pompa sundyne 057P101A adalah 188.21 jam dengan biaya Rp 42,703,449.03, 057P101B adalah 95.43 jam dengan biaya Rp 42,010,296.97 per jam, dan 057P101C adalah 131.83 jam dengan biaya 846,188,514.50 per jam. Dan tingkat reliability masing-masing adalah 1,0.963608863, dan0.971141007.
 
Publisher FTI/Teknik Industri
 
Contributor Ir. Ali Parkhan, MT
 
Date 2010-01-28
 
Type pdf
 
Source Fak. Teknologi Industri
 
Language Indonesia